Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Posted on
Bagikan ini :

MOVVIE.INFO | Pancasila Sebagai Ideologi Negara – Indonesia Negara dimana kita semua bangsa Indonesia tinggal memiliki suatu pilar bangsa sebagai dasar negara dan sebagai sumber dari segala sumber hukum. Dari sinilah segala peraturan negara berasal dan tertuang dalam UUD 1945 yang menjadi rujukan seluruh peraturan Negara yang dibuat oleh pemerintah dan para Lembaga Tinggi Negara. Sangat penting bagi kita untuk mengetahui dan memahami arti dari masing-masing poin yang terdapat pada Pancasila yang artinya adalah 5 sila/asas.

Karena Pancasila Sebagai Ideologi Negara dianggap penting maka hal ini telah dicantumkan ke dalam kurikulum pendidikan di Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam pelajaran PPKN (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan) agar sejak dini anak dan remaja tertanam jiwa pancasila dan menjadikannya sebagai pedoman hidup dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dan agar selalu menjunjung tinggi rasa persatuan untuk keberlangsungan Negara kita, lebih pentingnya lagi untuk mempertahankan Kedaulatan kita semua membutuhkan semangat pancasila.

Disini kita semua akan mengetahui apa saja arti penting pancasila untuk negara ini dan bagaimana penjabaran yang ada agar dapat lebih jelas dalam memahaminya. Baiklah mari kita simak bersama-sama.

Pentingnya Pancasila Sebagai Ideologi Negara Indonesia :

Pancasila Sebagai Ideologi Negara
Pancasila Sebagai Ideologi Negara – Lambang Garuda Pancasila

Ideologi berasal dari kata idea (inggris) yang artinya gagasan dan logi yang berasal dari bahasa Yunani logos yang memiliki arti ilmu/pengetahuan. Ideologi memiliki arti pengetahuan tentang gagasan-gagasan atau ide-ide atau cita-cita yang ingin dicapai. Jadi dapat disimpulkan bahwa ideologi adalah kumpulan gagasan dan ide yang menyeluruh dan sistematis menyangkut berbagai bidang kehidupan manusia.

Baca Juga:  Sejarah Indonesia Proklamasi Kemerdekaan

Ideologi negara yang kuat dan kokoh adalah fundamental dasar bagi setiap bangsa dan negara yang ingin berdiri kokoh kuat dan maju tidak mudah terombang ambing oleh banyaknya persoalan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tanpa adanya ideologi maka bangsa dan negara akan rapuh dan mudah goyah. Pentingnya ideologi bagi suatu negara adalah untuk membangkitkan semangat, kesadaran akan kemerdekaan dan kehormatan suatu bangsa dan juga sebagai cita-cita suatu bangsa. Maka dari itu pancasila sebagai ideologi negara menunjukkan pula identitas kita sebagai suatu bangsa.

1. Perbedaan Ideologi Liberalis dan Pancasila

Pancasila Sebagai Ideologi Negara
Pancasila Sebagai Ideologi Negara – Liberal vs Pancasila

Ideologi Liberalisme

  • Negara sebagai penjaga malam
  • Rakyat bebas berbuat asal tidak melanggar hukum
  • Kepentingan dan hak warganegara lebih diutamakan dari pada kepentingan negara.
  • Negara tidak mencampuri urusan agama karena hal itu menjadi urusan pribadi setiap warganegara. Negara terpisah dengan agama. Warganegara bebas beragama tetapi juga bebas tidak beragama.

Ideologi Pancasila

  • Hubungan antara warganegara dengan negara adalah seimbang. Artinya tidak mengutamakan negara tetapi juga tidak mengutamakan warganegara. Kepentingan negara dan kepentingan warganegara sama-sama dipentingkan.
  • Agama erat hubungannya dengan negara. Negara memperhatikan kehidupan agama. Agama mendapatkan perhatian penting dari negara. Setiap warganegara dijamin pula kebebasannya untuk memilih salah satu agama yang ada dan diakui oleh pemerintah. Setiap orang harus beragama tetapi agama yang dipilih diserahkan kepada masing-masing warganegara.

Pengamalan dan penghayatan terhadap nilai-nilai Pancasila menjadikan kita sadar sebagai bangsa indonesia yang memiliki jati diri dan harus diwujudkan dalam pergaulan hidup sehari-hari untuk menunjukkan identitas bangsa yang lebih bermartabat dan berbudaya tinggi.

2. Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila Sebagai Ideologi Negara
Pancasila Sebagai Ideologi Negara – Terbuka

Pancasila sebagai ideologi terbuka maksudnya adalah Pancasila bersifat aktual, dinamis, antisipatif, dan senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman sehingga sangat cocok kita pakai sebagai pedoman hidup dan jati diri suatu bangsa sampai generasi kapanpun.

Baca Juga:  Kedudukan Pancasila Sebagai Dasar Negara

Sebagai suatu ideologi terbuka Pancasila memiliki dimensi :

  1. Dimensi Idealistis nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pancasila yang bersifat sistematis dan rasional yang dimaksud adalah hakikat nilia yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945.
  2. Dimensi Normatif nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila perlu dijabarkan dalam suatu sistem norma sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945.
  3. Dimensi Realistis harus mampu mencerminkan realitas yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Oleh karena itu pancasila harus dijabarkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga bersifat realistis artinya mampu dijabarkan dalam kehidupan nyata dalam berbagai bidang.

3. Kedudukan Hukum Pancasila

Pancasila Sebagai Ideologi Negara
Pancasila Sebagai Ideologi Negara – Kedudukan Hukum

Kedudukan hukum Pancasila adalah sebagai berikut ini :

  • Pancasila sebagai Dasar Negara yang tercantum dalam Alinea keempat Pembukaan UUD 1945 yang disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 dipertegas kembali dengan ketetapan MPR no XVIII / MPR / 1998.
  • Pancasila menjiwai Pembukaan dan pasal-pasal UUD 1945. Menurut Prof. R. Soepomo pokok-pokok pikiran dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu sila-sila Pancasila merupakan suasana kebatinan atau semangat kejiwaan dari pasal-pasal UUD 1945.
  • Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum Negara sebagaimana ditegaskan dalam UU no. 10 Tahun 2004. Hal ini berarti bahwa semua peraturan perundang-undangan di Indonesia harus dijiwai Pancasila atau harus mengacu pada Pancasila atau tidak boleh bertentangan dengan Pancasila. Berdasarkan hal-hal tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa kedudukan hukum Pancasila selain sebagai Dasar Negara juga menjiwai Pembukaan dan pasal-pasal UUD 1945 serta sebagai sumber dari segala sumber hukum negara.

4. Filsafat Pancasila

Pancasila Sebagai Ideologi Negara - Filsafat
Pancasila Sebagai Ideologi Negara – Filsafat

Berikut penjelasan detail mengapa Pancasila juga memiliki makna filsafat :

  • Pancasila sebagai filsafat mengandung pandangan, nilai, dan pemikiran yang dapat menjadi substansi dan isi pembentukan ideologi Pancasila.
  • Filsafat Pancasila dapat didefinisikan secara ringkas sebagai refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh.
  • Pancasila dikatakan sebagai filsafat karena merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh Founding Father kita yang dituangkan dalam suatu sistem.
  • Filsafat Pancasila memberikan pengetahuan dan pengertian ilmiah yaitu tentang hakikat dari Pancasila.
Baca Juga:  Sejarah Indonesia 1

Pancasila terdiri atas bagian-bagian yaitu sila-sila dimana setiap sila pada hakikatnya merupakan suatu asa dan fungsi sendiri-sendiri namun secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang sistematis karena :

– Susunan kesatuan sila-sila pancasila bersifat organis
– Susunan sila-sila pancasila bersifat hierarkis dan berbentuk piramidal
– Rumusan hubungan sila-sila saling mengisi dan saling mengkualifikasi

Penutup

Nah, pembaca sekalian demikianlah penjabaran dari Pancasila Sebagai Ideologi Negara yang patut kita pahami bersama agar menjadi sarana pemersatu bangsa dan menguatkan jiwa nasionalisme kita untuk tetap menjaga kelestarian dan juga kedaulatan negara. Terima kasih telah menyimak, kita berjumpa di update artikel berikutnya.

Gravatar Image
Seseorang yang tertarik dengan teknologi, musik, film dan gundam. Berbagi kisah seputar film, mereview, membagikan pengalaman menonton dari segi cerita serta para tokoh yang ada. Berbagi informasi menarik lainnya. Enjoy Sharing'.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *